Month: June 2014

BENDERA – COKLA…

BENDERA – COKLAT

biar saja ku tak seindah matahari
tapi selalu ku coba tuk menghangatkanmu
biar saja ku tak setegar batu karang
tapi selalu ku coba tuk melindungimu

biar saja ku tak seharum bunga mawar
tapi selalu ku coba tuk mengharumkanmu
biar saja ku tak seelok langit sore
tapi selalu ku coba tuk mengindahkanmu

ku pertahankan kau demi kehormatan bangsaku
ku pertahankan kau demi tumpah darah
semua pahlawan-pahlawanku

* merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
di ujung tiang tertinggi di indonesiaku ini
merah putih teruslah kau berkibar
ku akan selalu menjagamu

Mungkinkah ?

Di suatu hari aku bermimpi tentang dia, pada saat itu aku tak tahu apa itu cinta. Pada saat itu pula mataku tak sanggup lagi membendung. Setelah itu aku berhasil melupakannya, seorang yang tak pernah dekat bahkan mungkin dia tak pernah menganggap aku ada. Dia mendekati salah satu sahabatku.

Setelah sekian lama, aku memiliki banyak aktivitas dan bertemu banyak orang. Pada saat itu aku menemukannya. Seorang yang lain, seorang yang menjadi temanku dan seorang yang membuat aku melupakan orang yang telah lalu.

Pada suatu hari aku bermimpi tentangnya, aku senang.

Di hari yang lain aku tak bertemu dia lagi, saat aku mencari dia ada di “pertemanan” salah satu teman dekatku, sedangkan saat aku mencarinya tak dapat.

Hahahahahahahahahaaa…

Apa ini sebuah pertanda?

Pertanda apa?

Aku tak pernah bertemu dia lagi, sekedar berbalas pesan basa basi dengan pria itu pun tidak.

Aku melihat profilnya, jantungku masih berdegup tak tentu seolah dia tepat dihadapan ku. Padahal aku lama tak bertemu dengannya. Ini memang yang kedua tapi rasa yang aneh ini adalah yang pertama buat ku. Jarak dan waktu tak pengaruh apapun terhadap rasa ku untuknya. Memang banyak lelaki yang lain. Seolah aku memiliki ikatan janji tak tertulis padanya. Bahwa aku akan menunggunya menemuiku.

Apa ini cinta?

Atau suatu kebodohan?

Menyianyiakan lelaki baik, hanya untuk seorang yang sangat jauh.

Dialog-dialog Patah

aku suka 🙂

Lady in the Red

– “Aku menyukaimu.”

* “Aku sudah tahu. Aku juga menyukaimu.”

– “Lalu mengapa menerima ajakan kencan lelaki lain?”

*”Ya dia yang lebih dahulu bilang suka padaku.”

– “Ah, wanita selalu butuh pengakuan, perlu dikatakan.”

* “Ya tentu dong. Analisis bisa saja salah kan?”

– “Tapi seharusnya kamu setia pada perasaanmu.”

* “Setia pada sesuatu yang mengambang? Lupakan saja. Aku bukan tipe wanita demikian!”

– “Terus?”

* “Ya udah.”

– “Jadi sekarang kita apa?”

* “Dua manusia yang saling suka. Sudah jelas bukan?”

– “Kita resmikan saja statusnya ya.”

* “Status apa?”

– “Pacaran. Ya kita menjadi sepasang   kekasih mulai sekarang!”

* “Hahaha.”

– “Ada yang lucu? Aku serius!”

* “Ah lelaki, selalu egois. Seenaknya sendiri buat keputusan.”

– “Itu kan yang kamu mau?”

* “Siapa yang bilang?”

– “Katanya tadi suka?”

* “Suka gak selamanya harus berujung pada sebuah komitmen”

– “Wanita aneh.”

* “Yang suka sama orang aneh lebih…

View original post 82 more words