Mungkinkah ?

Di suatu hari aku bermimpi tentang dia, pada saat itu aku tak tahu apa itu cinta. Pada saat itu pula mataku tak sanggup lagi membendung. Setelah itu aku berhasil melupakannya, seorang yang tak pernah dekat bahkan mungkin dia tak pernah menganggap aku ada. Dia mendekati salah satu sahabatku.

Setelah sekian lama, aku memiliki banyak aktivitas dan bertemu banyak orang. Pada saat itu aku menemukannya. Seorang yang lain, seorang yang menjadi temanku dan seorang yang membuat aku melupakan orang yang telah lalu.

Pada suatu hari aku bermimpi tentangnya, aku senang.

Di hari yang lain aku tak bertemu dia lagi, saat aku mencari dia ada di “pertemanan” salah satu teman dekatku, sedangkan saat aku mencarinya tak dapat.

Hahahahahahahahahaaa…

Apa ini sebuah pertanda?

Pertanda apa?

Aku tak pernah bertemu dia lagi, sekedar berbalas pesan basa basi dengan pria itu pun tidak.

Aku melihat profilnya, jantungku masih berdegup tak tentu seolah dia tepat dihadapan ku. Padahal aku lama tak bertemu dengannya. Ini memang yang kedua tapi rasa yang aneh ini adalah yang pertama buat ku. Jarak dan waktu tak pengaruh apapun terhadap rasa ku untuknya. Memang banyak lelaki yang lain. Seolah aku memiliki ikatan janji tak tertulis padanya. Bahwa aku akan menunggunya menemuiku.

Apa ini cinta?

Atau suatu kebodohan?

Menyianyiakan lelaki baik, hanya untuk seorang yang sangat jauh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s