Mungkinkah ?

Di suatu hari aku bermimpi tentang dia, pada saat itu aku tak tahu apa itu cinta. Pada saat itu pula mataku tak sanggup lagi membendung. Setelah itu aku berhasil melupakannya, seorang yang tak pernah dekat bahkan mungkin dia tak pernah menganggap aku ada. Dia mendekati salah satu sahabatku.

Setelah sekian lama, aku memiliki banyak aktivitas dan bertemu banyak orang. Pada saat itu aku menemukannya. Seorang yang lain, seorang yang menjadi temanku dan seorang yang membuat aku melupakan orang yang telah lalu.

Pada suatu hari aku bermimpi tentangnya, aku senang.

Di hari yang lain aku tak bertemu dia lagi, saat aku mencari dia ada di “pertemanan” salah satu teman dekatku, sedangkan saat aku mencarinya tak dapat.

Hahahahahahahahahaaa…

Apa ini sebuah pertanda?

Pertanda apa?

Aku tak pernah bertemu dia lagi, sekedar berbalas pesan basa basi dengan pria itu pun tidak.

Aku melihat profilnya, jantungku masih berdegup tak tentu seolah dia tepat dihadapan ku. Padahal aku lama tak bertemu dengannya. Ini memang yang kedua tapi rasa yang aneh ini adalah yang pertama buat ku. Jarak dan waktu tak pengaruh apapun terhadap rasa ku untuknya. Memang banyak lelaki yang lain. Seolah aku memiliki ikatan janji tak tertulis padanya. Bahwa aku akan menunggunya menemuiku.

Apa ini cinta?

Atau suatu kebodohan?

Menyianyiakan lelaki baik, hanya untuk seorang yang sangat jauh.

Dialog-dialog Patah

aku suka 🙂

Lady in the Red

– “Aku menyukaimu.”

* “Aku sudah tahu. Aku juga menyukaimu.”

– “Lalu mengapa menerima ajakan kencan lelaki lain?”

*”Ya dia yang lebih dahulu bilang suka padaku.”

– “Ah, wanita selalu butuh pengakuan, perlu dikatakan.”

* “Ya tentu dong. Analisis bisa saja salah kan?”

– “Tapi seharusnya kamu setia pada perasaanmu.”

* “Setia pada sesuatu yang mengambang? Lupakan saja. Aku bukan tipe wanita demikian!”

– “Terus?”

* “Ya udah.”

– “Jadi sekarang kita apa?”

* “Dua manusia yang saling suka. Sudah jelas bukan?”

– “Kita resmikan saja statusnya ya.”

* “Status apa?”

– “Pacaran. Ya kita menjadi sepasang   kekasih mulai sekarang!”

* “Hahaha.”

– “Ada yang lucu? Aku serius!”

* “Ah lelaki, selalu egois. Seenaknya sendiri buat keputusan.”

– “Itu kan yang kamu mau?”

* “Siapa yang bilang?”

– “Katanya tadi suka?”

* “Suka gak selamanya harus berujung pada sebuah komitmen”

– “Wanita aneh.”

* “Yang suka sama orang aneh lebih…

View original post 82 more words

Cinta Monyet

Kalau dipikir-pikir tuh yaa, untuk apa sih pacaran?

– untuk penyemangat

– untuk pengingat

– untuk pengalaman

dan untuk untuk yang lain..

kalo menurut aku sih, alasan-alasan itu enggak masuk akal banget. kenapa? karena pengingat itu kan kita udah punya orang tua yang selalu ngingetin kita dalam hal apapun (maaf kalo yang broken atau masalah lain) kalo pun udah enggak ada kita masih punya Tuhan kan?

Terus untuk penyemangat, emang kita enggak punya teman? teman tuh selalu menyemangati kita lagi..

Untuk pengalaman? Yaampuun, emangnya kamu lagi magang kerja? Emang kalo pacaran tuh, dapet pengalaman apa? pengalaman berbuat maksiat? ckckck..

Aku belum pernah pacaran apa artinya aku belum berpengalaman? berpengalaman dalam hal apa? dalam hal maksiat? Siapa bilang? Berteman dengan lawan jenis memungkinkan untuk berbuat maksiat loh. Bukan berarti aku benar-benar bersih.

Lagian untuk apa nih yaa, kaum perempuan menangisi kaum lelaki yang belum tentu benar-benar mencintai kita, yang belum tentu dia memang jodoh kita. Kan masih pacaran, masih main – main. Kalian mau dimainin? Aku sih no !

Aku banyak punya teman lelaki, dan enggak sedikit yang menyatakan perasaannya terus nyinggung-nyinggung soal pacaran. Jujur aja aku emang suka sama lelaki tapi aku enggak suka perasaan ku dijadikan mainan. Enggak ada “pacaran serius” kalo serius tuh yaa lamar ! Bilang ke orang tua perempuan itu.

Jadi buat kaum hawa, saran aku sih tahan aja deh godaan-godaan dari para lelaki jangan gampang ke ge-eran jangan mudah terpesona dengan hal-hal sepele dari laki-laki

Sekian 🙂

Urban Zakapa – 봄을그리다 (Painting Spring) lyrics [Hangeul, Romanization & Translation]

^^

Princess.of.Tea

I always go speechless if it’s Urban Zakapa 😉 They are just too good to be true ❤

 

Urban Zakapa – 봄을 그리다 (Bomeul Geurida/Painting Spring)

우리의봄이갔지

U-ri-eui bom-i gatt-ji

예쁘게하늘도그리고

Ye-bbeu-ge ha-neul-do geu-ri-go

꽃잎하나하나정성스레그려나갔어

Kkot-ip ha-na-ha-na jeong-seong-seu-re geu-ryeo-na-gass-eo

 

쿵쾅거리는심장까지도

Kung-kwang-geo-ri-neun shim-jang-gga-ji-do

그림에담을있을까하고

Geu-rim-e dam-eul su iss-eul-gga-ha-go

정말따뜻한우리의봄이었지

Jeong-mal dda-ddeut-han u-ri-eui bom-i-eott-ji

 

이제는바래진우리의봄날

I-je-neun ba-rae-jin u-ri-eui bom-nal

그리다그리다가번져수없이다시그리고

Geu-ri-da geu-ri-da-go beon-jyeo su-eobs-i da-shi geu-ri-go

Oh 우리의봄날에다가온계절이

Oh nan u-ri-eui bom-nal-e da-ga-on gye-jeol-i

무색하게다시봄을그린다

Mu-saek-ha-ge nan da-shi bom-eul geu-rin-da

 

아직잊을없는거리

A-jik ij-eul su eobs-neun geu geo-ri

꽃잎이예쁘게흩날리던

Kkot-ip-i ye-bbeu-ge heut-nal-li-deon got

정말따뜻한우리의봄이었지

Jeong-mal dda-ddeut-han u-ri-eui bom-i-eott-ji

 

이제는바래진우리의봄날

I-je-neun ba-rae-jin u-ri-eui bom-nal

그리다그리다가

View original post 364 more words

Artikel tentang Kebudayaan

noninovianti

INDONESIA-MALAYSIA-REOG PONOROGO

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

“Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.”

Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota…

View original post 75 more words